WHICH WOULD BE WORSE?: Menelusuri Realitas dan Trauma dalam Shutter Island
Baca Lainnya
- Memuat rekomendasi artikel...
![]() |
| dok.pribadi |
Psikes.com - Biro Kajian dan Gerakan PMII Rayon Psikes menyelenggarakan Diskusi Film #1 PMII Rayon Psikes 2026/2027 pada Jumat (4/9/2026) di Gazebo Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK). Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini diikuti oleh 25 peserta dan 22 panitia.
Kegiatan ini menjadi salah satu ruang kajian yang dikemas melalui media film untuk mengenalkan isu dan fenomena psikologi secara lebih dekat. Selain menambah wawasan, Diskusi Film #1 bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar perspektif, serta menghubungkan fenomena yang ditampilkan dalam film dengan pembelajaran psikologi.
Film yang menjadi bahan diskusi adalah Shutter Island, yang mengisahkan Teddy Daniels, seorang marshal yang datang ke sebuah rumah sakit jiwa di sebuah pulau untuk menyelidiki hilangnya seorang pasien. Dalam proses penyelidikan, Teddy menemukan berbagai kejanggalan yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Cerita kemudian berkembang pada persoalan ingatan, trauma, persepsi, dan kondisi psikologis yang membuat batas antara realitas dan apa yang ada dalam pikirannya menjadi semakin sulit dibedakan.
Pemilihan Shutter Island sebagai bahan diskusi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat berbagai fenomena psikologis melalui sebuah cerita yang menarik. Pembahasan tidak hanya berfokus pada alur film, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat bagaimana pengalaman dan kondisi psikologis dapat memengaruhi cara seseorang memahami dirinya maupun realitas di sekitarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film. Setelah film selesai, peserta mengikuti diskusi santai dan refleksi yang dipantik oleh ketua pelaksana. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pengisian formulir evaluasi melalui Google Form dan penutupan.
Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan yang diberikan setelah mengikuti kegiatan. Muhammad Fahmi Faizin, mahasiswa Psikologi 2026, menilai bahwa film dan materi diskusi yang diberikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini, “Sangat relevan, karena di film ini mengandung banyak ilmu tentang psikologi, dan cocok untuk pengenalan buat maba yang masih awam tentang psikologi". Sementara itu, Anyk Fauziah Akmalina, mahasiswa Psikologi 2026, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan, “Seru, menambah wawasan dan pengetahuan tentang psikologi dan materi-materi perkuliahan yang akan kita hadapi kedepannya.”
Melalui Diskusi Film #1, Biro Kajian dan Gerakan PMII Rayon Psikes berharap kegiatan kajian seperti ini dapat terus menjadi ruang belajar yang menarik dan relevan bagi mahasiswa. Tidak hanya melalui materi perkuliahan, pemahaman mengenai psikologi juga dapat dikembangkan melalui berbagai media dan ruang diskusi yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis serta melihat suatu fenomena dari berbagai perspektif. Biro kajian dan gerakan akan selalu menyediakan ruang untuk berdiskusi, berpikir kritis dan belajar mengembangkan diri. Maka dari itu, diskusi akan selalu berlanjut dengan beragam konsep dan tema yang mampu mengupas bagaimana suatu fokus masalah atau situasi terjadi terutama di lingkungan sekitar manusia berpijak.
---
Diskusi #1
Penulis : Zalfa Aulia Pramesti Cahyani
Redaktur : Nathania Izza
Tim Redaksi
Biro Kajian dan Gerakan
Rayon Psikologi dan Kesehatan
Komisariat Walisongo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar