Mahasiswa Gelar Aksi di Balai Kota Semarang, Sampaikan Lima Tuntutan Rakyat
Baca Lainnya
- Memuat rekomendasi artikel...
Semarang — Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya(BEM SERA) mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Semarang pada Rabu (26/8/2026) pukul 14.00 hingga 17.20 WIB. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, reformasi kelembagaan negara, program pemerintah, agraria dan kebencanaan, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Lima
tuntutan yang dibawa massa dalam aksi tersebut yakni :
1. Menurunkan harga pokok dan BBM
2. Mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi
utama
3. Mengevaluasi total program Makan
Bergizi Gratis (MBG) dan menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
4. Mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat serta segera merevitalisasi
wilayah terdampak bencana
5. Menghentikan praktik KKN di lingkungan
pemerintahan.
Dalam
penyampaiannya, perwakilan massa menilai persoalan harga BBM masih menjadi
masalah bagi masyarakat yang secara ekonomi berada dalam kondisi terjepit.
Mereka menyoroti masyarakat yang beralih menggunakan Pertalite, termasuk
kelompok pengemudi ojek online (ojol), sehingga menurut mereka beban subsidi
semakin besar.
“Yang terjepit
secara perekonomian mau tidak mau akan pindah ke Pertalite, pun juga dengan
kawan-kawan ojol,” ujar salah satu perwakilan massa.
Menurut massa,
pemerintah hingga saat ini dinilai belum memberikan solusi konkret terhadap
persoalan harga BBM. Karena itu, penurunan harga BBM kembali menjadi salah satu
tuntutan dalam aksi.
Selain menyampaikan lima tuntutan, massa juga menyoroti proses aksi yang menurut mereka mengalami penghadangan aparat. Massa menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan kepada aparat penegak hukum sebelum aksi berlangsung.
Mereka
mengklaim sempat tertahan dan menjalani proses negosiasi dengan pihak
kepolisian sehingga tidak dapat bergerak menuju titik aksi yang mereka
rencanakan.
“Kami telah
melaksanakannya sesuai prosedur dan kami sudah memberitahu itu kepada
kepolisian jauh dari sebelum hari ini dan itu merupakan salah satu bentuk kami
taat terhadap peraturan yang telah dibuat oleh negara ini,” ujar salah satu
perwakilan massa.
Menurut massa, kepolisian menyampaikan alasan terkait potensi kemacetan di jalur vital Kota Semarang serta keberadaan wisatawan di kawasan Lawang Sewu. Massa menyatakan telah menawarkan sejumlah opsi untuk menghindari kemacetan.
Massa juga menyebut aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UNNES, UNDIP, UIN, UNIMUS, USM, UNIKA, dan POLINES.
Mereka
menegaskan aksi tersebut dimaksudkan sebagai kampanye damai untuk kembali
menyuarakan lima tuntutan kepada pemerintah sekaligus mengajak masyarakat
memperhatikan persoalan yang mereka nilai belum terselesaikan.
“Per hari ini
sebenarnya kami adalah aksi damai campaign bahwasanya lima tuntutan kami yang
sebelumnya telah kami bawakan belum diindahkan sama sekali,” kata perwakilan
massa.
Massa menyatakan aksi lanjutan masih terbuka apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons yang dianggap memadai dari pemerintah. Mereka juga menyayangkan penggunaan Polwan sebagai barisan terdepan dalam menghadapi massa aksi dan menilai hal tersebut tidak semestinya dilakukan.
Aksi yang
berlangsung hingga pukul 17.20 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya massa
mahasiswa untuk kembali memberikan tekanan publik terhadap pemerintah terkait
lima tuntutan yang mereka bawa.
Reporter: Adil
Rojul Syamsi
Redaktur:
Nathania, Akmal


Tidak ada komentar:
Posting Komentar