Jateng Kelam, Polri Makin Suram: PMII UIN Walisongo Lakukan Aksi Tuntut Evaluasi Total
Baca Lainnya
- Memuat rekomendasi artikel...
Psikes.com
– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo Semarang
menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Jateng Kelam, Polri Makin Suram” pada
Selasa, 24 Februari 2026 pukul 15.00 WIB di Pertigaan Revolusi Jerakah,
Semarang. Aksi ini menjadi bentuk respons atas polemik kebijakan pajak
kendaraan bermotor di Jawa Tengah serta krisis kepercayaan publik terhadap
institusi kepolisian pasca kasus pembunuhan Arianto Tawakal oleh oknum Brigade
Mobil (Brimob).
Aksi
yang mengusung tagline “Evaluasi Total Ahmad Luthfi, Copot Listyo Sigit
Prabowo” ini menyoroti dua isu besar: kebijakan fiskal daerah dan krisis moral
aparat penegak hukum.
Dari
Pajak ke Peluru
Dalam
kajian yang disampaikan massa aksi, pajak sebagai fondasi pembiayaan negara
seharusnya berjalan beriringan dengan legitimasi dan kepercayaan publik. Namun,
perubahan skema pajak kendaraan bermotor pasca Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022
tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
memunculkan keresahan di tengah masyarakat Jawa Tengah. Meski pemerintah
menyatakan tidak ada kenaikan tarif, masyarakat merasakan beban yang lebih
berat akibat skema opsen dan berakhirnya program keringanan sebelumnya.
Di
sisi lain, publik juga diguncang kasus pembunuhan Arianto Tawakal yang
melibatkan oknum Brimob di bawah institusi Kepolisian Negara Republik
Indonesia. Peristiwa tersebut dinilai mencederai rasa keadilan dan memperdalam
krisis moral aparat.
Bagi
PMII, persoalan pajak dan kekerasan aparat tidak berdiri sendiri. Kepatuhan
fiskal lahir dari kepercayaan. Ketika negara menuntut warga patuh membayar
pajak, maka negara juga wajib menjamin perlindungan dan keadilan hukum. Jika
aparat yang seharusnya melindungi justru melakukan kekerasan, maka legitimasi
negara dipertanyakan.
Narasi
“Jateng Kelam” dalam aksi ini disebut sebagai simbol kekecewaan terhadap relasi
kuasa yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Sikap
PMII terhadap Institusi Kepolisian
Ketua
Komisariat PMII UIN Walisongo Semarang, M. Ysurul Rizanul Muna, dalam wawancara
di sela aksi menyampaikan kritik keras terhadap kondisi kepolisian saat ini.
Menurutnya,
secara normatif kepolisian memiliki mandat untuk melayani, mengayomi, dan
melindungi masyarakat. Namun berbagai kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah
daerah memperlihatkan adanya penyimpangan dari mandat tersebut.
Ia
menyinggung kasus di Tual, Maluku, serta sejumlah tindakan represif aparat di
Semarang yang hingga kini belum sepenuhnya menemukan kejelasan hukum. Puncaknya
adalah kasus pembunuhan Arianto Tawakal oleh oknum Brimob yang memicu keresahan
publik.
“Saya
sangat menyesal. Institusi kepolisian seharusnya melindungi masyarakat, bukan
malah menjadi pelaku kekerasan. Ini menjadi pukulan moral bagi negara,”
ujarnya.
Reformasi
Total Polri
PMII
menilai bahwa reformasi kepolisian tidak cukup dilakukan secara parsial.
Reformasi total dimaknai sebagai perombakan sistemik, termasuk evaluasi
regulasi, pengawasan internal, serta penegakan hukum yang transparan terhadap
aparat yang melanggar.
Bagi
PMII, reformasi bukan sekadar slogan, melainkan upaya membangun kembali
kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Seruan
kepada Masyarakat
Dalam
pernyataan penutupnya, Ketua Komisariat mengajak masyarakat untuk tidak apatis
terhadap isu sosial dan politik.
“Segala
kondisi yang terjadi hari ini tidak terlepas dari keputusan politik. Tidak
mungkin hanya mahasiswa yang bergerak. Perlu partisipasi aktif masyarakat untuk
merespons isu-isu hari ini,” tegasnya.
Aksi
berlangsung dengan penyampaian orasi, pembacaan pernyataan sikap, serta
pengawalan aparat keamanan. Hingga aksi berakhir, massa menyatakan komitmennya
untuk terus mengawal isu ini sebagai bagian dari perjuangan moral dan sosial.
PMII
menegaskan bahwa kepatuhan rakyat tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab
negara. Ketika pajak ditagih, keadilan pun harus ditegakkan.
Reporter
: Nailah Najma Ramadhani
Redaktur
:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar