Dunia dan Yang Terlupa
Baca Lainnya
- Memuat rekomendasi artikel...
“Bermegah-megahan telah melalaikanmu”
Sungguh, malam itu degupku terasa lebih hebat !
Lepas bekerja seperti sapi, letih yang abai, dan rindu tak
kunjung
Kemana saja aku dari kemarin?
Hujan yang bertamu mengingatkan pada Tuhanku
Ia terasa tidak lebih penting akhir-akhir ini,
Dari kilau semu yang ku agungkan
Jangankan meminta cinta
Menjelma hamba saja, aku malu
“Jangan mendekati sholat ketika mabuk”
Sedangkan rangkaian gerakan itu,
Tidak pernah menyentuh Rabb-ku
Tidak lebih menarik dibanding tumpukan berkas dan rencana –
rencana
Dibanding obsesi dan pengakuan manusia
Lalu, apa bedanya?
Satu lagi, “Tetapi jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” Sedangkan Alhamdulillah ku saja kalau ingat
Bahkan jika itu terlalu hina,
Lalu syukur seperti apa yang Ia akan terima?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar